Pada tanggal 21 januari 2015, saya dan kedua teman saya berencana untuk mengerjakan tugas untuk penulisan koperasi, kami berencana ke koperasi Podana yang tempatnya dekat dengan stasiun Lenteng Agung, pada saat itu kami datang terlalu awal jadi pada saat kita datang koperasi tersebut belum buka. Akhirnya teman saya berinisiatif untuk mencari koperasi yang lain sembari menunggu koperasi podana buka, lalu kami search di google koperasi yang ada di dekat daerah Lenteng Agung. Kami menemukan Koperasi Gembira dan berada di jalan Bahagia didaerah Agung Raya II, kami langsung kesana, tapi sebelum kesana kami bertanya dulu pada tukang angkot dimana Agung Raya II tersebut, dia memberitahukan kami bahwa Agung Raya II berada di Sebrang ISIP katanya, lalu kami langsung berangkat kesana, dan yang kami temukan adalah Agung Raya I, dan dimana kah jalan Agung Raya II? ternyata jalan Agung Raya II berada persis diseberang stasiun Lenteng Agung, karena kami hanya membawa 1 motor dan orangnya ada 3 jadi saya dan teman wanita saya memutuskan untuk jalan saja sampai jalan Agung Raya II dan itu lumayan cukup jauh. Sampailah kami di jalan Agung Raya II pekerjaan kami selanjutnya adalah mencari GG Bahagia, teman saya yang pria dan membawa motor kami suruh untuk mencari GG Bahagia yg kata tukang ojek disana cukup jauh, saya dan teman wanita saya menunggu di depan GG Agung Raya II, kurang lebih 20menit teman saya tidak kembali mencari GG Bahagia, saya berfikir apa jauh sekali sampai dia mencarinya lama sekali, pada saat teman saya kembali, ternyata dia tidak menemukan GG Bahagia, malah justru dia bertanya pada warga setempat dan tidak ada GG Bahagia. Lalu Kami berinisiatif untuk bonceng bertiga untuk mencari bersama sama GG Bahagia tersebut. Dan Kami bertanya pada warga disana dimana GG Bahagia tersebut, ternyata GG Bahagia itu tempatnya sempit dan GGnya pun tidak panjang, saya berfikir tidak akan mungkin ada koperasi disini, saking tidak percayanya kami, kami bertanya lagi dimana GG Bahagia, dan ternyata benar hanya itu GG Bahagia, dan tidak ada Koperasi di GG Bahagia tersebut, lelah sekali mencari GG Bahagia, Koperasi Gembira yang tidak ada itu, akhirnya kita memutuskan kembali ke Koperasi Podana, pada saat itu jam 12 siang dan koperasi sudah buka, kami langsung masuk dan meminta izin untuk wawancara, dan kami di perbolehkan wawancara jam 2 siang, kami juga memutuskan untuk makan siang dulu, dan mempersiapkan untuk wawancara. Cerita sedikit tentang makan siang kami, saya dan teman wanita saya memesan mie ayam bakso dan es teh, sedangkan teman pria saya bakso memakai mie kuning dan minumannya es campus, saya dan teman wanita saya makannannya enak, sedangkan teman pria saya mendapat bakso, tapi rasa mie nya seperti mie instan, dan es campurnya memakai susu coklat sedangkan pada umumnya es campus menggunakan susu putih, pada saat esnya meleleh jadinya es campur tersebut mirip dengan kuah bakso hahaha.
Sekitar jam 13.45 kami datang lagi ke koperasi tersebut dan di perbolehkan masuk untuk wawancara.
Pertama kami memperkenalkan diri kami terlebih dahulu, kami bertemu Pak Chiko, Pak Widi dan Ibu Dewi.
Bapak Chiko sebagai Ketua Cabang
Bapak Widi sebagai Supervisor
Ibu Dewi sebagai Accounting
Koperasi ini bersifat simpan, pinjam. pusat dari Koperasi Podana ini di daerah Thamrin.
Pertama kami memperkenalkan diri kami terlebih dahulu, kami bertemu Pak Chiko, Pak Widi dan Ibu Dewi.
Bapak Chiko sebagai Ketua Cabang
Bapak Widi sebagai Supervisor
Ibu Dewi sebagai Accounting
Koperasi ini bersifat simpan, pinjam. pusat dari Koperasi Podana ini di daerah Thamrin.
Tujuannya dibangun Koperasi Podana ini untuk membantu pedagang kecil, untuk membangun usahanya.
Koperasi ini baru ada 3 cabang di Thamrin, Lenteng Agung, dan di Pondok Bambu, anggota pendiri Koperasi ini ada 22 orang.
karyawan ada 11 orang, 3 di Lenteng Agung, 5 di Thamrin, 3 di Pondok Bambu.
syarat menjadi anggota koperasinya adalah foto copy KTP, foto copy KK, Administrasi Rp 100.000 dan iuran wajib Rp 50.000.
Di Koperasi ini terdapat pembagian SHU yang di sepakati bersama.
1 bulan koperasi ini mempunyai target anggota sebanyak 15 orang (minimal).
Setiap anggota yang meminjam mendapat bunga 5% untuk pengembaliannya per bulan.
ada jangka waktu peminjaman yang ditentukan, sekitar 27 hari sampai 2 bulan.
Minimal pinjaman itu Rp 500.000 Maksimalnya Rp. 25.000.000
Bunga 5% itu untuk keperluan operasional koperasi seperti, gaji karyawan, alat tulis, listrik, telfon, dan keperluan kantor lainnya.
Kendala di koperasi ini adalah dalam penagihannya , karena semua orang usaha tidak semua berjalan lancar.
Penagihannya ada yang datang kekoperasi menyetor uangnya, ada juga yang dihapiri oleh karyawan koperasi (menghampiri atas pemberitahuan anggota bahwa dia tidak sempat datang ke koperasi)
Jaminan meminjam relatif, jika meminjam kecil wajib memberikan BPKB motor, motor itu juga di tentukan tahunnya harus tahun muda, sekitar 2009 keatas.
Diatas Rp. 2.000.000 jangka waktu pengembalian 2bulan, penagihannya per hari.
Penagihan skala Rp. 5.000.000 keatas di oper ke pusat, Rp. 5.000.000 kebawah dihendel oleh koperasi cabang.
Pengeluaran pinjaman rata rata setiap bulannya ada Rp. 60.000.000 - Rp. 70.000.000.
Anggota yang ada di koperasi podana Lenteng Agung sekitar 300 orang.
Karena Koperasi sudah dikenal oleh masyarakat setempat jadi cara mendapat anggota tersebut dari mulut ke mulut, jika dulu pada awalnya menggunakan brosur, jadi karyawan turn ke lapangan.
Sasarannya para pedagang kecil.
Gaji karyawan di koperasi tersebut, Pak chiko Rp. 4.500.000, Pak Widi Rp. 3.000.000, Ibu Dewi Rp. 3.000.000.
Laporan Keuangan semua diatur oleh pusat.
Setelah wawancara kami pun langsung berfoto dan pamit pulang dari Koperasi Podana.
Sekian penulisan yang saya bisa berikan tentang Koperasi Podana, terimakasih atas seluruh pihak yang sudah membantu saya menyelesaikan tugas penulisan saya, kepada Bapak Chiko, Bapak Widi, Ibu Dewi, dan kedua teman saya Hamidah dan Yuda.
Penulisan ini masih jauh dari sempurna, bila ada salah penulisan, saya mohon maaf. Terimakasih :)

